About Me

My photo
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

Tuesday, 27 November 2012

Hakekat Kebahagiaan (Sebuah Tinjuan Historis Adam Hawa )

Oleh : Maedi                                                                                          

Ada suatu pertanyaan, yang harus kita jawab dengan akal sehat dan hati yang jenih, "  manakah yang anda yakini , bahwa kita diciptakan di dunia dengan mambawa bekal berupa kasih sayang Tuhan atau tidak ?
Anda mungkin pernah mendengar istilah tabula rasa, dimana kita di lahirkan di dunia ibarat kertas putih / gelas kosong. Lalu dalam perjalanan hidup kita hanya di kendalikan oleh orang lain,terserah kita dan orang - orang disekitar kita ,mau membuat gambar apa diatas kertas putih tersebut / membuat minuman apa didalam gelas kosong itu.

Sekarang pertanyaanya yang selalu membayangi benak dan fikiran kita adalah, dimanakah yang kita anggap sebagai kebahagiaan ? Kebahagian itu hadiah dari " sononya" atau kebahagiaan itu kita sendiri yang berusaha mati-matian meraihnya ?

Banyak orang menyangka kebahagiaan ada pada harta, karenanya ia berupaya mencari sumber- sumbernya dengan bersusah payah banting tulang.Setelah ia peroleh harta tersebut, hatinya tetap gundah dan perasaanmasih gelisah...!!!!

Banyak pula yang menyangka bahwa kebahagiaan ada pada jabatan dan kedudukan, ketika dilihat mereka yang berkuasa , secara lahir yang nampak darinya bahagia hidupnya serba kecukupan..!!! pergi dijemput pulang di antar..ketika bekehendak tinggal memesan, perintahnya tidak ada yang menghalangi...Akan tetapi ketika kita lihat dan menembus dinding istananya, akan terdengar keluh kesah , dalam tahtah yang tinggi terdapat jiwa yang rapuh.

Hal serupa pernah dialami oleh Adam dalam kisah asmaranya dengan Hawa. Kalau mau jujur, cerita tersebut lebih romantis dan dramatis dibandingkan dengan Romeo dan Juliet, Ramadhan dan Ramona, atau Samson dan Delilah.

Pada kehidupan pertamanaya, saat Adam diciptakan sendirian tanpa teman , maka seluruh isi surga pun diwajibkan tunduk dan hormat kepadanya.Segala keperluan dan keinginannya pun dipenuhi dan disediakan melebihi kebutuhanya. Bahkan kebutuhan dan keinginan yang masih dalam impianpun segera diwujudkan . Maka pada waktu itu Adam hampir-hampir menjadi manusia sempurna.
Dalam tahap inilah kebahagian manusia untuk pertama kalinya diukur dari kacamata materi.

Akan tetapi, pada waktu kehidupan berikutnya, ternyata ada sesuatu hal yang menjadi ganjalan dibenak Adam. Vikas Malkan menyebutkan, bahwa ketika manusia pertam kali dilahirkan , meskipun ia telah meilhat lingkungan sekitarnya dan melihat orang berlalu lalang didepanya , mengagumi bahkan mengingininya, akan tetapi pertanyaan awal yang munculyang segera menyeruak bukanya ; siapa kamu , siapa dia , siapa mereka ", akan tetapi  ; " SIAPA SAYA ?..? Saat itulah untuk pertama kalinya kesempurnaan Adam tercoreng dengan pertanyaan yang cukup kritis yang syarat nuansa filosofis.
Itulah saat - saat dimana kebahagiaan manusia diukur dari kacamata kesadaran akan dirinya sendiri.

Kemudian beranjak kepada saat, dimana ketika Adam telah menemukan jawaban tentang siapa dirinya, bukan berarti Adam telah menemukan kebahagianya secara utuh . Dengan segera , ada semacam kegundahan , kegelisahan bahkan kesengsaraan. Betapa tidak , saat itulah, segal apa yang telah Adam dapatkan, mulai dari kedudukan , martabat , keistimewaan sebagai penduduk surga, menjadi tidak berarti lagi.

Apa yang Adam butuhkan dalam hidupnya..? Apa yang Adam idam-idamkan ..?
Ternya tak lain dan tak bukan Adam butuh teman...Adam menginginkan hadirnya seseorang teman sejati yang mengerti akan dirinya. Adam membutuhkan seorang teman untuk berbagi rasa, untuk tertawa bersama , untuk menangis bersama ,  untuk saling mencurahkan isi hatinya.
Adam merasa kedudukan dan harta yang ia peroleh yang selama ini ia dapatkan belum cukup untuk mendapatkan kebahagiaan . Dan dialah Hawa..................
Inilah saat dimana kebahagiaan seseorang sudah jauh melampaui batas-batas dan keinginan egois, tetapi dia membutuhkan sosok dan pribadi yang bisa mengerti akan dia , bisa memahami keinginan dan keluh kesah dia .
Inilah saat di mana kebahagiaan manusia bermuara kepada yang namanya....C I N T A

No comments:

Post a Comment