About Me

My photo
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

Tuesday, 29 January 2013

Perkembangan Anak Sebuah Tinjauan Psikologis dalam perspektif Al- Quran dan Hadist


By : Maedi

A.  Pendahuluan
Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi didunia dan alam semesta ini merupakan sunnahtullah yang tidak bisa dihindari. Hal itu merupakan kejadian alamiah yang setiap yang hidup pasti akan mengalami dan merasakan perubahan. Dalam konteks kajian ilmu perkembangan psikologi  merupakan proses bertahap yang  dialami oleh setiap individu. Akan tetapi kita juga harus mengetahui secara pasti , apa yang mendasari dan melatarbelakangi perubahan dan perkembangan pada individu  tersebut. Bagaiaman pandangan al-quran maupun hadist terkait dengan teori perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada anak. Dalam proses perkembangan akan mengalami beberapa fase dan tahapan-tahapan baik secara biologis maupun psikologis.
Maka lewat tulisan ini akan dikaji mengenai perbandingan antara teori perkembangan Islam dengan studi teori perkembangan secara umumnya, serta faktor-faktor yang mendasari perkembangan dan pertumbuhan kemudian  bagaimana pandangan al-quran dan hadist yang berkaitan dengan proses perkembangan dan pertumbuhan anak. Agar kita bisa mengetahui hakikat pertumbuhan dan perkembangan bagi anak. Serta peran orang tua dan guru dalam mensikapi perkembangan yang dialami oleh anaknya, agar bisa  mengamati apa yang terjadi sehingga bisa diantisipasi secara dini guna mengawal perkembangan anak dengan baik dan cermat, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi psikologis anak.
B.  Definisi Perkembangan
Psikologi perkembangan menurut Islam memiliki kesamaan objek studi dengan psikologi perkembangan pada umumnya, yaitu proses pertumbuhan dan perubahan manusia.[1]
Secara biologis pertumbuhan itu digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an sesuai firmannya pada surat Al-Mu’min ayat 67 sebagai berikut : 
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلا مُسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ  (٦٧)
 Artinya:
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahaminya[2].
Dari penjelasan ayat diatas bahwa proses kejadian individu mengalami tahapan dan  dinamika sejak dalam kandungan hingga lahir. Seorang individu tumbuh menjadi anak, remaja atau dewasa  yang mengarah pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pandangan pakar psikologi[3] , ketika pasca melahirkan dan tumbuh menjadi dewasa maka akan megalami sebuah proses pertumbuhan dan perkembangan yang secara umum ada dua  faktor yang mempengaruhi perkembangan individu yakni ;
a.       Endogen yaitu perubahan fisik maupun psikis sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan seperti postur tubuh, bakat, minat, kecerdasan, kepribadian, dan sebagainya. Kalau kondisi fisik individu dalam keadaan normal bararti ia berasal dari keturunan yang normal.
b.      Exogen yaitu perubahan dan perkembangan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar individu itu sendiri. Faktor tersebut meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti sarana, fasilitas, letak geografis, cuaca, iklim dan sebagainya. Sementara lingkungan sosial seperti keluarga, tetangga, teman, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan dll.
Teori diatas sesuai dengan pesan nabi dalam sabdanya “Tiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (suci membawa disposisi Islam Orang tuanyalah yang mermbuatnya Yahudi (jika mereka Yahudi), Nasrani (jika mereka Nasrani), atau Majusi (jika mereka Majusi). Seperti binatang yang lahir sempurna, adakah engkau melihat mereka terluka pada saat lahir?’’ (HR Bukhari). Kemudian dalam Hadis yang lain Nabi bersabda ” Ibunya (ibu Anas) Ummi Sulaym (salah satu sahabat perempuan pada zaman Nabi) bertanya tentang perempuan yang menyaksikan mimpi basah dalam tidurnya seperti laki-laki. Dia menjawab, “Jika perempuan menyaksikan itu, ia harus mandi wajib (janabah).’’ Kemudian Ummi Salmah (isteri Nabi yang hadir) bertanya malu-malu, “Apakah itu terjadi?’’ Nabi menjawab, “Tentu saja! Bagaimana ini mendatangkan keserupaan (jika tidak terjadi)? Sperma laki-laki merupakan tetesan putih yang tebal sedangkan sel telur perempuan merupakan cairan kuning yang tipis. Manapun diantara keduannya yang mengungguli yang lainnya, hasilnya akan mempengaruhi.’’ (HR. Muslim) Kemudian pada hadist yang lain Nabi berkata Sperma pria ialah putih dan sel telur perempuan kekuning-kuningan. Jika mereka bertemu (terjadi pembuahan) dan sperma pria mengungguli sel telur perempuan, hasilnya akan menjadi jenis kelamin laki-laki dengan seijin Allah, dan jika sel telur perempuan yang mengungguli  sel sperma pria hasilnya akan menjadi perempuan dengan seijin Allah.’’ (HR Muslim).
Dari uraian  kedua hadist diatas menunjukan bahwa psikologi perkembangan Islam memiliki kesamaan objek studi dengan psikologi perkembangan pada umumnya, yaitu proses pertumbuhan dan perubahan manusia. Cuma ada yang bisa membedakan diantara kedua teori diatas yaitu kalau psikologi perkembangan yang pada umunya diterapkan hanya membatasi penelitiannya dari konsepsi sampai kematian, maka melalui studi literatur keagamaan, dapat memperluas ruang lingkup penelitiannya pada kehidupan yang bersifat transedental, termasuk kehidupan setelah mati. Juga secara fundamental memandang manusia sesuai dengan citranya sebagai khalifah Allah di muka bumi, seperti yang diterangkan dalam Alquran dan hadist[4].
Dengan demikian kajian psikologi perkembangan Islam dengan studi psikologi perkembangan pada umumnya ada kesamaan , hanya yang membedakan batasan dalam wilayah kajian penelitian dan konsepnya yang hanya sampai kematian.
Dalam psikologi perkembangan Islam menururt Radief Wisnu[5] terdiri dari beberapa prinsip diantaranya adalah  ;
a.       Kehidupan manusia ( pertumbuhan & perkembangan ) merupakan proses yang bertahap dan berangsur-angsur. Artinya bahwa Allah SWT dalam proses penciptaan manusia senantiasa bertahap dan sesuai dengan takaran atau ukuranya.Sebagaimana dikatakan dalam firmanya ...
... dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan segalanya dengan ukuran-ukuran dengan serapi-rapinya. (QS. Al-Furqaan 25:2)
Pertumbuhan dan perkembangan tidak dilakukan satu waktu akan tetapi melalui proses dan tahapan-tahapan secara berangsur-angsur. Sebagaimana firman Allah Swt :
Mengapa kamu tidak percaya kepada kebesaran Allah? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. (QS. Nuh 71:13-14)
Ahli tafsir Ibnu kasir mengomentari ayat diatas bahwa manusia tumbuh dari satu keadaan ke keadaan lain sedemikian rupa, menjadi kana-kanak setelah bayi, menjadi tua setelah muda dan kuat.
Banyak ayat Alquran yang secara substansi cukup rinci membahas tentang tahapan kehidupan manusia di dunia. Meski dalam beberapa ayat yang lain hanya menggambarkan tahap pertama kehidupan manusia, yaitu tahapan prakelahiran. Salah satu contohnya adalah ayat Alquran berikut ini:
...Dia menjadikanmu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempuanyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia, maka bagaimana kaamu dapat dipalingkan?       (QS Al-Zumar 39:6)
Selain itu, berbagai ayat Alquran juga menggambarkan kedua tahap (prakelahiran dan pascakelahiran) dengan cara yang sangat jelas:
Dialah yang menciptakanmu dari tanah kemudian dari tetesan (nutfah), sesudah itu dari segumpal darah (alaqah); kemudian dilahirkan-Nya kamu tumbuh kepada masa (dewasa yang penuh kekuatan); kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, diantara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu, Kami perbuat demikian supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahaminya. (QS Al-Mu’min 40:67)
Alquran juga menyatakan bahwa tahap pertama memiliki aturan dan waktu yang ditentukan untuk mencapai tugas perkembangannya. Setelah itu tahap pertama ini terputus dengan adanya kelahiran (melalui persalinan). Hal ini terlihat dalam petikan ayat berikut:
... dan Kami tetapkan dalam rahim siapa yang kami kehendaki sampai waktu yang ditentukan... (QS Al-Hajj 22:5)
Ayat tersebut dalam kutipan yang lebih lengkap terlihat membagi dua tahapan besar perkembangan manusia, ayat tersebut berbunyi:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan, maka ketahuilah sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari tanah (turab), kemudian dari tetesan (nutfah), kemudian segumpal darah (alaqah), kemudian dari struktur daging (mudgah) yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar kami jelaskan padamu, dan Kami tetapkan dalam rahim siapa yang Kami kehendaki sampai waktu yang ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian berangsur-angsur kamu menjadi dewasa, dan diantara kamu yang diwafatkan dan adapula yang diperpanjang umurnya sampai pikun, supaya tidak diketahui lagi sesuatu yang dulu diketahuinya...     (QS Al-Hajj 22:5)
Selain itu Nabi Muhammad Saw. Juga memberi hadist yang secara akurat menggambarkan tahap pertama dengan menyebutkan waktu perkembangannya, sebagaimana berikut ini:
“dari Abi Abd Rahman Abdillah Ibn Masud r.a berkata: Rasullah mengatakan kepada kami, kejadiannya sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan pada perut ibumu selama 40 hari berupa tetesan (nutfah), kemudian menjadi segumpal darah (alaqah) dalam waktu yang sama, kemudian menjadi segumpal daging (mudhgah) juga dalam waktu yang sama. Sesudah itu malaikat diutus untuk meniupkan ruh kepadanya dan diutus untuk melakukan pencatatan empat kalimat, yaitu mencatat rizkinya, usia, amal perbuatan, dan celaka atau bahagianya.” (HR Muslim)
Keterangan hadist diatas menunjukan bahwa dalam proses kejadian manusia ada tahapan dan tidak dilakukan dalam satu waktu. Hal inilah yang dikataka para ahli psikologi disebut dengan istilah teori  psikologi pertumbuhan dan perkembangan.
C.      Mengenal Perkembangan Anak dan Remaja.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran kuantitatif badan anak (dari misalnya 100 cm menjadi 110 cm), kekuatan fisiknya, dll. Pertumbuhan juga menyangkut perubahan yang semakin sempurna tentang fungsi suatu aspek jasmani (fungsi tangan pada anak 2 tahun untuk memegang benda, semakin dewasa dapat dipergunakan untuk menulis, menari, dll), system jaringan syaraf, sehingga istilahnya pertumbuhan adalah proses perubahan dan pematangan fisik.
Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis. Perkembangan juga bisa diartikan suatu perubahan aspek psikis dari kurang terdeferensiasi menuju deferensiasi, terarah, terorganisasi dan terintegrasi meningkat secara bertahap menuju kesempurnaan.[6]
a.      Mengenal perkembangan bayi dan anak.
Bayi yang baru lahir bisanya akan tidur sepanjang hari. Cara berkomunikasi bayi dengan menangis, jika si bayi membutuhkan sesuatu baik minum ataupun makan. Pada awalnya berat badan bayi akan menurun sekitar sepersepuluh saat lahir selama lima hari pertama walau hal ini tidak terjadi pada bayi yang berat badan besar. Keriput dan ruam-ruam disekitar mata akibat melahirkan akan hilang, dan kulit akan kelihatan biru atau merah muda. Bayi akan mempunyai banyak respons refleks setelah dilahirkan. Refleks yang dilakukan bayi biasanya akan terkejut ketika mendengar suara keras dia akan membentangkan kedua lenganya dan mungkin akan sedikit tersentak. Pada kondisi demikian seorang ibu hendaknya segera memeluk dengan penuh kehangatan, maka semuanya akan kembali seperti semula. Refleks yang lainya adalah berasal dari puting susu ibu. Ia akan mencari sendiri puting susu ibunya. Pada awalnya sedikit canggung nanti selanjutnya akan terkondisikan dengan sendirinya. Mata  bayi akan sedikit senseitif terhadap cahaya terang. Mereka hanya bisa kontak mata dari jarak dekat antara 8-12 inci atau 20-30 cm. Mata mereka akan menyukai warna hitam putih karena visi mata mereka belum matang. Hal yang mereka sukai adalah melihat wajah manusia. Pada bulan pertama terakhir pendengaran mereka  berkembang secara sempurna. Ia bahkan mampu mengenali suara orang yang ada disekitarnya.[7]
Pada masa anak sudah mulai berkenalan dengan lingkungan diluar rumah. Ia mulai senang bermain diluar rumah dan memiliki temen. Tentunya lingkungan tersebut yang sekiranya harus bisa bersahabat dengan anak. Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, maka seuruh potensi seperti panca indra dll yang dimiliki anak harus siap menerima pembelajaran dengan baik.  Menurut hasil penelitian dibidang Neurology ( dalam Ade Benih Nirwana : 2011 )[8] perkembangan otak anak tumbuh pesat diusia dini. Salah satu hasil dari penelitianya adalah pada usia empat tahunkapasitis kecerdasan anak mencapai 50 % dan usia delapan tahun mencapai 80 %. Dengan demikian pada usia tersebut dikalangan para psikolog dikatan usia emas. Maka penting bagi orangtua untuk melihat perkembangan dan kondisi anak di usia dini.
a.a Perkembangan Psikologis Anak menurut Umur.
 Umur 0-3 bulan
            - Mengangkat kepala setinggi 45 derajat
- Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
- Melihat dan menatap wajah anda
- Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
- Suka tertawa keras
- Bereaksi terkejut terhadap suara keras
- Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
- Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, kontak
Umur 3-6 bulan
- Berbalik dari telungkup ke telentang
- Mengangkat kepala setinggi 90 derajat
- Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
- Menggenggam pensil
- Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
- Memegang tangannya sendiri
- Berusaha memperluas pandangan
- Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
- Mengeluarkan suara gembira benada tinggi atau memekik
- Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri
 Umur 6-9 bulan:
- Duduk (sikap tripoid-sendiri)
- Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
-Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
- Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang   bersamaan
- Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
 - Bersuara tanpa arti, seperti mamama, babababa, dadadada, tatatat
- Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
- Bermain tepuk tangan/ciluk ba
- Bergembira dengan melempar bola
- Makan kue sendiri
  Umur 9-12 bulan:
- Mengangkat badannya ke posisi tegak
- Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan dengan kursi
- Dapat berjalan dengan dituntun
- Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan
 - Menggenggam erat pensil
 - Memasukkan benda ke mulut
 - Mengulang menirukan bunyi yang didengar
- Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
- Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
- Bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan
- Senang diajak bermain "CILUK BA"
- Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal
  Umur 12-18 bulan:
- Berdiri sendiri tanpa berpegangan
- Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
- Berjalan mundur 5 langkah
- Memanggil ayah dengan kata "papa", memanggil ibu dengan kata "mama"
- Menumpuk 2 kubus
- Memasukkan kubus ke kotak
- Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa
  mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
- Memperhatikan rasa cemburu atau bersaing
  Umur 18-24 bulan:
- Berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik
- Berjalan tanpa terhuyung-huyung
- Bertepuk tangan , melambai-lambai
- Menumpuk 4 buah kubus
- Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Menggelindingakan bola ke arah sasaran
- Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
- Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
- Memegang cangkir sendiri, belajar makan-minum sendiri
Umur 24-36 bulan:
- Jalan naik tangga sendiri
- Dapat bermain dengan menendang bola kecil
- Mencoret-coret pensil pada kertas
- Bicara dengan baik menggunakan dua kata
- Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
- Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu
- Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
- Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
- Melepas pakaiannya sendiri
Umur 36-48 bulan:
- Berdiri 1 kaki selama 2 detik
- Melompat kedua kaki diangkat
- Mengayuh sepeda roda tiga
- Menggambar garis lurus
- Menumpuk 8 buah kubus
- Mengenal 2-4 warna
- Menyebut nama, umur dan tempat
- Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
- Mendengarkan cerita
- Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
- Mengenakan sepatu sendiri
- Mengenakan pakaian sendiri
 Umur 48-60 bulan:
- Berdiri 1 kaki 6 detik
- Melompat-lompat dengan kaki satu
- Menari
- Menggambar tanda silang
- Menggambar lingkaran
- Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
- Mengancing baju atau pakaian boneka
- Menyebut nama lengkap tanpa di bantu
- Senang menyebut kata-kata baru
- Senang bertanya tentang sesuatu
- Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
- Bicaranya mudah dimengerti
- Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
- Menyebut angka, menghitung jari
- Menyebut nama-nama hari
- Berpakaian sendiri tanpa dibantu
- Menggosok gigi tanpa dibantu
- Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
  Umur 60-72 bulan:
- Berjalan lurus
- Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik
- Menggambar dengan enam bagian, menggambar orang lengkap
- Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
- Menggambar segi empat
- Mengerti arti lawan kata
- Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
- Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10
- Mengenal warna-warni
- Mengikuti aturan permainan
- Berpakaian sendiri tanpa dibantu[9]
b. Perkembangan Psikologis Remaja.
Masa remaja menurut Stanly Hall ( dalam Agoes Dariyo :2004 ) dianggap sebagai masa topan badai dan stress (strorn and stress) karena mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib diri-sendiri. Kalau dlam upaya proses mencari jatidirinya terarah maka ia akan menjadi manusia yang tanggung jawab, tetapi kalu tidak ada bimbingan maka bisa menjadi manusia yang tidak memiliki masa depan yang jelas.
Maka disini peran dan unsur keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan untuk membentuk dan membangun kepribadian bagi remaja agar memiliki kejelasan dalam hidup. Ketiga institusi tersebut memiliki peranan yang sangat penting guna mengantisipasi kenakalan remaja yang selama ini marak dilakukan oleh sebagian remaja.
D.  Kesimpulan
Psikologi perkembangan menurut Islam memiliki kesamaan objek studi dengan psikologi perkembangan pada umumnya, yaitu proses pertumbuhan dan perubahan manusia. jika psikologi perkembangan membatasi penelitiannya dari konsepsi sampai kematian, yang memiliki prinsip dasar yang terdiri dari kehidupan manusia merupakan proses yang gradual, memiliki pola tertentu, merupakan proses kumulatif dan silmultan, melampaui keberadaan fenomenal duniawi, dan melewati periode kritis dan sensitive tertentu.
Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbahan anak diantaranya faktor keluarga baik ditinjau dari sisi keturunanya maupun sifat dan karakter dari kedua orang tuanya. Kemudian faktor lingkungan baik lingkungan keluarga, pendidikan maupun masyarakat diamana ia berinteraksi. Maka disan individu akan terwarnai, maka dari itu peran serta keluarga dalam menjaga dan mewarnai anaknya guna menjadi anak yang sesuai yang dikehendaki.
Mudah-mudahan dengan secuil pemikiran ini bisa menambah wawasan bagi kita untuk mencerahkan warna pemikiran kita tentang psikologi.Terlebih bagi para pendidik, orang tua yang setiap saat dan setiap hari berinteraksi, berkomunikasi dengan anak, yang tentunya harus mengawal setiap terjadi perkembangan agar senantiasa selalu terjaga dan terawasi.


Daftar Pustaka
1.      Ade benih Nirwana , Psikologi Ibu, Bayi dan Anak ; penerbit Nuha Medika. Yogyakarta 2011
2.      Agoes Dariyo , Psikologi Perkembangan Remaja ; Penerbit Ghalia Indonesia. Bogor 2004
3.      http://bacindul.blogspot.com. 2012
4.      http://al-badar.net
5.      http://radiefwisnu.blogspot.com : 2012
6.      Buku Pedoman Pelaksanaan, Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, hal. 10-13. Penerbit, Kementerian Kesehatan RI

[1] http://radiefwisnu.blogspot.com ,  : Psikologi Perkembangan mneurut Islam.
[2] http://al-badar.net. Pertumbuhan dan perkembangan menurut Islam
[3] Gunarsa  ( dalam Agus  Dariyo :2004 ) Perkembangan Psikologi Remaja, Penerbit Ghalia indonesia.                          
[5] Ibid  hal 1 : 2012
[6]: Makalah Perkembangan usia anak menutut konsep Islam ; bacindul.blogspot.com:2007
[7] Ade Benih Nirwana : Psikologi Ibu, Bayi dan anak. Pnerbit Nuha Medika Yogyakarta 2011
[8] Ibid hal 122-123
[9] Buku Pedoman Pelaksanaan, Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan    Kesehatan Dasar, hal. 10-13. Penerbit, Kementerian Kesehatan RI

No comments:

Post a Comment